SAY NO : “RAMAH”
PACARAN
Berjuta cara bisa dilakuin untuk mengungkap rasa sayang. Namun,
rasanya selalu ada yang kurang, kalo ngga ada yang namanya sentuhan. Rasanya,
rangkaian kata mesra ngga cukup melambangkan rasa, segala bingkisan indah ngga
mampu memuaskan asa.
Ketika kata-kata udah kehilangan makna, sentuhanlah (bagi banyak
orang muda) yang akhirnya bisa memuaskan hasrat untuk mengungkapkan cinta. Ngga
heran, banyak orang muda yang akhirnya menganggap bahwa hubungan yang baik itu
jika pasangan bisa menyatakan rasa sayang lewat sentuhan.
Masalahnya, keinginan hati kayaknya ngga mengenal puas. Demikian
pula ketika jatuh cinta. Awalnya malu-malu, tapi dalam hati mau. Maaf kata,
baru beberapa bulan menjalin kasih, tapi mesranya melebihi pasangan suami
istri. Belum juga mengucap janji sehidup semati, tapi hubungan suami istri udah
terjadi. Akhirnya, hubungan yang dijalin bukan lagi berfokus pada mengenal
pasangan, tapi lebih pada memuaskan nafsu dan keinginan untuk bermesraan.
Ditambah lagi, dunia memang ngga lagi mengagungkan nilai kebenaran
dan kesopanan. Ngga heran, banyak anak muda termasuk orang muda Kristen jatuh
dalam godaan-godaan dosa yang membuat mereka bertindak terlalu jauh, ketika
membangun hubungan. Akhirnya, hubungan yang dibangun pun ngga lagi sehat.
Lantas, gimana dong kalo pasangan kita tangannya suka ramah alias
rajin menjamah??
“Takutnya kalo ditolak, doi bilang kita ngga saying n kesannya kok
gimana. Tapi aku kadang rishi sih, Cuma lama-lama kok jadi biasa ya?”
Tentunya sebagai pemuda-pemudi Kristiani, kita punya aturan, nilai
dan kebenaran firman Tuhan yang harus ditaati.
Hal yang perlu kita sadari adalah menjalin hubungan bukan ajang
pamer kemesraan, mengumbar keintiman, apalagi ajang main-main atau coba-coba.
Bagi Tuhan, hubungan haruslah punya visi yang ilahi, yakni mempersiapkan
pernikahan yang kudus dan jadi berkat serta berkenan pada Tuhan.
Lantas apa dong yang harus dilakukan, supaya hubungan yang sedang
dibangun ngga mengarah pada hal-hal yang ngga diinginkan?
DEKATKAN DIRI PADA
KOMUNITAS YANG SEHAT
Ada banyak kegiatan komunitas sehat, yang mampu menolong kita untuk
tetap mengisi waktu dengan hal-hal positif. Punya pacar bukan berarti kita
menutup kesempatan untuk mengembangkan diri. Justru ketika menjalin hubungan,
kita perlu tetap menjaga fokus supaya kita ngga mengurbankan masa depan demi
kesenangan dan kenikmatan sesaat.
JANGAN EKSKLUSIF
TAPI BELAJARLAH TETAP INKLUSIF
Dulu waktu jomblo, rajin banget ikut acara rohani. Sekarang udah
punya pasangan, malah menghilang bahkan memilih keluar, demi supaya bisa
berdua-duaan dengan kekasih. Bukan berarti kita ngga boleh punya waktu special
dengan si doi, tapi jangan sampe hubungan kita menjadi eksklusif. Justru ketika
udah punya pujaan hati, kita perlu tetap mengembangkan diri bersosialisasi
dengan teman-teman dan lingkungan.
JANGAN MENCOBAI
DIRI DAN MENGANGGAP DIRI KUAT MENGATASI GODAAN KEDAGINGAN
Kelemahan terbesar orang besar adalah merasa kuat sendiri. Ah, yang
lain memang bisa jatuh, tapi kalo aku ngga lah. Namun kenyataannya ngga mudah
loh berkata “nggak” pada keingginan daging. So, lebih baik jangan mencobai diri
sendiri deh dengan merasa kuat menahan godaan. Daud yang udah raja besar aja
bisa takluk dalam pesona kedagingan, apalagi kita-kita yang masih muda dan
minim pengalaman.
Intinya, menjalin hubungan special itu ngga dilarang. Namun, kita
perlu mawas diri dan berhati-hati. Terutama kalo si doi udah mulai rajin
menjamah, kita perlu tegas berkata TIDAK.
_Renungan Anak Muda_